Posted by : Anthony -Tony- Hijra Senin, 23 September 2013

10 Pekerjaan Konyol Saat Mengajukan Visa




1. Seorang pria Afrika Selatan menyatakan pada aplikasi visanya bahwa ia ingin pergi ke Rumania untuk bekerja sebagai pemburu vampir.

2. Ketika mengajukan permohonan visa Inggris, seorang pria Brasil menyatakan ia berharap untuk dapat menarikan flamenco di jalan-jalan di Norwegia. Flamenco adalah sebuah pertunjukan musik dan tari yang berasal dari Spanyol. Nyatanya, flamenco sudah menjadi begitu langka.

3. Seorang wanita Rusia mengajukan permohonan visa Eropa untuk bekerja sebagai pelacur di Belanda. Menjadi pelacur adalah profesi tertua di Belanda yang legal sejak 1830.

4. Seorang pembalsem mayat dari Meksiko mengajukan permohonan visa untuk melakukan perdagangan gelap di Spanyol. Namun, setelah pihak imigrasi menemukan catatan kriminal orang ini, visa pun ditolak.

5. Pada aplikasi visa di Eropa, seorang pria dari Mali menyatakan ia terampil dengan pirogue (sejenis kapal nelayan). Tentu saja, dengan keahliannya ini ia ingin menjadi pendayung gondola di Venesia.

6. Pada sebuah aplikasi visa AS, seorang pria Inggris yang terdaftar profesinya sebagai “pencicip makanan anjing pengecap”.

7. Seorang pria di Filipina mengajukan permohonan visa perjalanan ke Australia karena ia ingin “menghindari pihak berwenang Filipina”.

8. Seorang wanita dari Prancis berharap untuk pindah ke Amerika Serikat untuk mengejar peluang yang lebih besar dalam profesinya terpilih sebagai “model kaki”. Diduga ia memiliki kaki yang begitu bagus.

9. Seorang wanita mengajukan visa untuk bekerja di Inggris. Dan, pekerjaan yang tertera adalah “menjadi zombie paruh musiman”. Rupanya, Inggris tidak memerlukan zombie sepanjang tahun.

10. Seorang pria dari Peru mengajukan permohonan visa Eropa untuk bekerja sebagai “pencukur bulu alpaka” di musim cukur. Alpaka adalah hewan yang bisa dimanfaatkan bulunya, seperti halnya domba.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 -Tony-'s Blog - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -